Qalqalah ( القلقلة ) Dari sudut
bahasa: Bergerak-gerak dan gementar. Dari sudut istilah Ilmu Tajwid:
Bunyi
lantunan yang kuat dari makhraj hasil dari bacaan huruf yang bertanda Sukun di
mana
makhrajnya
ditekan terlalu kuat kemudian dilepaskan dalam waktu yang singkat sama ada
huruf Sukun itu asli atau mendatang.


Cara baca qolqolah:


1. Rendah

Lantunan yang paling rendah( أقل شدة
): Apabila huruf Qalqalah terletak di pertengahan kalimah contohnya: Huruf Qaf
di dalam kalimah(
وخلقناكم أزواجا ).


2. Lantunan yang sederhana



iaitu pertengahan( متوسط شدة ): Apabila memberhentikan bacaan pada
huruf Qalqalah dan huruf tersebut tidak bersabdu (bertasydid) contohnya: Huruf
Ta'(
ط )di dalam kalimah( والله من وراء محيط )


3. Lantunan yang paling tinggi ( أقصى شدة
):



Apabila memberhentikan bacaan pada
huruf Qalqalah dan huruf tersebut bersabdu (bertasydid) contohnya huruf Qaf di
dalam kalimah(
قال رب أحكم بالحق )



Hukum Bacaan Qalqalah



Qalqalah memiliki lima huruf mati,
yaitu: Qaf, Tho’, Ba’, Jim, Dal. Kelima huruf tersebut dapat dikumpulkan dalam
sebuah kalimat pendek, yaitu Qatbu Jadin. Huruf Qalqalah terbagi menjadi dua
macam, yaitu:



Qalqalah Sughra



Sughra berarti kecil. Qalqalah
Sughra ialah jika huruf Qalqalah itu memang asalnya mati / sukun, dan umumnya
terjadi di tengah-tengah kalimat. Cara membaca Qalqalah Sughro ialah dengan
memantulkan bunyi huruf Qalqalah tidak terlalu keras.



Qalqalah Kubra



Kubra berarti besar. Qalqalah kubra
ialah jika huruf Qalqalah itu aslinya tidak mati, tetapi dia mati karena
dihentikan atau di-Waqaf-kan, dan berada pada akhir kalimat. Cara membaca
Qalqalah Kubra harus lebih keras pantulannya, artinya huruf Qalqalah yang
disukunkan itu harus terdengar nyaring.